Paslon RISOL Dan Partai Golkar Diduga Kompak Ingin Singkirkan Tri Adhianto Di Pilkada Kota Bekasi?

Paslon RISOL Dan Partai Golkar Diduga Kompak Ingin Singkirkan Tri Adhianto Di Pilkada Kota Bekasi?

Jabarpedia.id, Kota Bekasi – Secara diam – diam diduga Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi, Heri Koswara dan Sholihin mendapat dukungan dari Partai Golkar Kota Bekasi.

Disinyalir kemunculan Uu Saeful Mikdar – Nurul Sumarhaeni hanya sebagai strategi untuk memecah suara Tri Adhianto – Haris Bobihoe.

Dari informasi yang didapat Ketua DPD Golkar Kota Bekasi sering melakukan pertemuan dengan pasangan calon Heri Koswara dan Sholihin. Diduga, Golkar Kota Bekasi tidak menginginkan Tri Adhianto kembali menjadi Wali Kota Bekasi.

Oleh karena itu, diusungnya UU Saeful Mikdar dan Nurul Sumarhaeni seolah disengaja untuk memecah suara Tri Adhianto di Pilkada Kota Bekasi.

Sebelumnya, Kader Partai Golkar yang juga bakal calon Wali Kota Bekasi, Nofel Saleh Hilabi sudah menentukan sikap jika mendukung pasangan Heri Koswara – Sholihin di Pilkada Kota Bekasi.

Dia mengaku mendukung pasangan bacalon Wali dan Wawali, Heri Koswara dan Sholihin karena menurutnya, pasangan tersebut lebih diyakini dapat membawa kemajuan untuk Kota Bekasi.

Dengan segala pertimbangan, dan memperhatikan rekam jejak ketiga paslon tersebut kata Nofel Saleh Hilabi, pasangan Heri Koswara dan Sholihin adalah sosok negarawan, mengayom, peduli, tanggap, dan berani berkomitmen anti kotupsi, sehingga diyakini mampu memajukan Kota Bekasi.

“Sehubungan dengan langkah politik di Pilkada Kota Bekasi, kemarin saya bertemu dengan Pak Heri Koswara, alhamdulillah ada titik terang untuk Barisan kami ikut andil dengan ruang terbuka yang cukup baik oleh Pak Heri Koswara,” kata Nofel beberapa waktu lalu.

Menurut Nofel, semua relawan bersama Tim Pemenangan serta jaringannya sudah diajak dan dialihkan untuk merapatkan barisan mendukung Pasangan Heri Koswara dan Sholihin.

Dilain tempat pengurus Golkar Kota Bekasi yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan jika Partai Golkar kepemimpinan Ade Puspita Sari tidak menginginkan kemenangan Tri Adhianto di Pilkada.

Oleh karena itu, Partai Golkar bersama Nasdem mengusung UU Saeful Mikdar – Nurul Sumarhaeni untuk menjegal Tri Adhianto.”Asal bukan Tri Adhianto arahanya. Siapa pun yang menang di Pilkada asal bukan Tri,” ungkap pria yang tidak ingin disebutkan namanya itu.

Ketua DPD Golkar Kota Bekasi, Ade Puspita Sari ketika dikonfirmasi tidak ingin menanggapi kabar tersebut. Dia hanya berkomentar partai Golkar Kota Bekasi sedang konsentrasi untuk memenangkan Pilkada. “Golkar selalu menang dalam perhelatan Pilkada. Tahun 2024, Insya Allah kita akan kembali menang,” jawabnya singkat.

Pengamat Politik Kota Bekasi, Muhamad Tahir mengatakan dirinya meyakini jika munculnya tiga paslon akan menguntungkan pasangan Heri Koswara – Sholihin.

“Bicara PKS jelas dia memiliki basis masa yang sulit berubah arah dukungan. Ditambah bantuan suara dari partai koalisi seperti PPP, PAN dan PSI. Dengan Golkar yang mengusung paslon sendiri jelas menguntungkan Paslon Heri Koswara dan Sholihin. Atau saya berfikir juga partai Golkar turut membantu pasangan Risol (Heri Koswara – Sholihin) untuk memecah suara tri Adhianto dan Haris Bobihoe. Ini semacam stratak politik,” ujarnya.

Dirinya menganalisa mungkin saja apa yang dikabarkan benar apa adanya. Mengingat hubungan trah Rahmat Effendi dengan PKS sangat baik. Lalu, Sholihin lewat PPPnya merupakan partai pengusung Rahmat Effendi yang mendeklarasikan dukungan paling pertama pada Pilkada 2018 lalu. Sholihin sendiri merupakan ketua Tim Pemenangan partai Koalisi Pendukungan Rahmat Effendi di Pilkada 2018.

“PKS dan Golkar punya sejarah manis. Begitupun Golkar dan PPP. Kita harus ingat priode lalu di DPRD Golkar dan PPP merupakan satu fraksi Golkar persatuan. Dan hubungan mereka tidak pernah terjadi gesekan,” ujarnya.

“Bisa saja dong kita beranalisa. Golkar dan Paslon Risol kompak untuk mengalahkan Tri Adhianto di Pilkada. Apapun bisa terjadi di politik,” tandasnya.

Share this content:

Post Comment