Harga Komuditas Pangan Di Jawa Barat Diprediksi Mengalami Kenaikan Jelang Lebaran 2024
Jabarpedia.id, Bandung – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat memperkirakan bakal ada kenaikan harga beberapa komoditas pangan yang akan melonjak jelang Hari Raya Idul Fitri nanti.
Adapun harga komoditas yang diprediksi melonjak mulai dari minyak goreng hingga telor ayam.”Kami masih memetakan, jadi nanti kabupaten ini yang perlu diwaspadai komoditas apa saja. Tapi beberapa mungkin seperti beras, telor, daging ayam, gula, dan minyak goreng ada kecenderungan (naik harga),” ujar Kepala Disperindag Jabar Noneng Komara Nengsih saat diwawancarai di Gedung Sate
Noneng menyebut, hingga hari ini harga komoditas pangan di Jabar masih terpantau stabil. Khusus untuk beras, harga di beberapa daerah mulai mengalami penurunan, namun ada juga yang masih tinggi.”Harga komoditas lain di luar beras tidak ada kenaikan signifikan, masih aman. Tapi kita buat tren sampai akhir puasa (Ramadan) bagaimana, dan kecenderungan setiap komoditi di tiap kabupaten dan kota berbeda,” katanya.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga jelang lebaran nanti, Noneng telah menyiapkan surat edaran untuk pelaksanaan operasi pasar murah di seluruh kabupaten/kota di Jabar.
Menurutnya operasi pasar sedikit ampuh untuk menekan harga komoditas yang merangkak naik.”Seluruh kabupaten dan kota segera menggelar operasi pasar, itu mudah-mudahan tidak terus membuat harga meningkat. Pemprov Jabar juga akan turut menggelar (operasi pasar murah),” jelasnya.
Sementara untuk ketersediaan beras premium dan beras merek stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) milik Bulog, Noneng memastikan saat ini stoknya sudah tersedia di seluruh supermarket.
Menurutnya stok beras di Bulog mencapai 90 ribu ton.”Beras Bulog SPHP juga sudah cukup banyak. Mereka bilang ada stok 90 ribu ton, dan saya sudah bertemu dengan ritel, mereka sudah ada transaksi seperti Yogya 1.000 ton pesannya walaupun mungkin sekarang yang terpenuhi belum semuanya, Borma juga 500-600 ton,” ucap Noneng.
Sedangkan persoalan beras premium seperti jenis pandan wangi, diakui harganya masih belum kunjung normal. Noneng menyebut harga beras premium saat ini ada di kisaran Rp 16 ribu per kilogram.”Kemarin beras biasa sudah ada yang harganya Rp 14 ribu lagi, premium juga sekarang gak sampai ke Rp 18 ribu, sekarang ke Rp 16 rata-rata yah. Mudah-mudahan bisa lebih membaik. Maret kan banyak panen,” pungkasnya
Share this content:
Post Comment